Laman

Senin, 06 Agustus 2012

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.
"Ibu.. mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab. Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti maksud ibu" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" dan Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu pun tumbuh menjadi remaja yang gagah, tapi ia masih penasaran dengan hal yang pernah ia tanyakan pada ibu bapaknya,dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis, mengapa ibu bisa menangis?. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Mengapa ibu juga gampang sekali menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "hai.. Pemuda Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya,agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya sendiri.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita. Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah Kuberikan wanita, perasaan yang peka dan penuh kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hati ibunya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan ini juga lah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar ia tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula. kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya. Kuberikan ia AIR MATA agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Sahabatku, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, ini kesempatan baik untukkmu. Jika beliau sudah tak ada, selalu sertakan ibumu disetiap Doa yang kamu panjatkan. Sungguh kamu tidak akan Pernah bisa Membalas kasih sayang ibumu dengan hal apapun yang ada didunia ini. Berbuat baiklah, berbaktilah dan buatlah ibumu bangga atas prestasi hidupmu. Meskipun hal itu belum dapat membalas semua itu. Tetap lah berbuat baik. Restu dan Doa Ibu adalah KUNCI UTAMA untuk membuka segala pintu-pintu Keberkahan hidupmu agar selalu Amazing.

#dari berbagai sumber#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar