Laman

Senin, 15 Agustus 2011

ikhwan yang ga gombal

Mengutip sebuah tulisan yang di umpamakan sebagai pembelaan ikhwan atas sikap-sikapnya. 

Wahai Saudari Kami...

Mungkin kalian pernah mendapati Kami dalam keadaan dingin dan membisu
Terkesan cuek dan sombong
Padahal bisa saja, Kami membuka pembicaraan dan memecahkan suasana bersama kalian
Namun Kami sadar, bahwa tak layak bagi Kami bermudah-mudahan dikarenakan khawatir hal itu akan mengikis kadar rasa malu kalian terhadap Kami

Mungkin kalian pernah merasa risih ketika Kami tidak memperhatikan wajah ketika berbicara dengan kalian
Padahal memandang kalian ketika berbicara adalah mudah bagi Kami,
Namun ketahuilah,  dengan memalingkan wajah, Kami berharap agar kalian akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan menjadikan keadaan itu lebih suci bagi hati masing-masing

Wahai Saudari Kami...
Mungkin kalian akan mengatakan Kami aneh ketika Kami melarangmu menelefon
Padahal, bisa saja Kami mengangkatnya setiap saat kalian menelefon
Namun Kami belajar untuk menghargai seseorang yang berhak akan mendampingi kalian kelak, dengan cara tidak berduaan dengan kalian dalam keadaan yang tidak ada yang menemani

Mungkin kalian akan kesal apabila Kami tak memberikan pesan penyemangat ketika kalian melaporkan kepada Kami tentang kegiatan yang dilakukan hari ini
Padahal mudah saja jika Kami harus mengirimkan sebuah pesan tersebut agar membuat jiwa kalian menjadi lebih bersemangat mengerjakannya
Namun, keberadaan Kami di sekitar kalian, Insya Allah Kami harap tidak menggoyahkan kesucian hati kalian dengan mengirimkan kepada kalian pesan-pesan yang seharusnya tidak pernah kalian terima dari Kami jika itu justru akan membuat kalian berangan-angan

Wahai Saudari Kami...
Bisa jadi sebuah harapan pernah terbesit dihati kalian sehingga mungkin kalian akan merasa gundah ketika Kami tidak pernah meminta meminang kalian
Padahal, bisa saja kami lakukan itu agar hati kalian senang
Namun Kami sadar bahwa Kami belum siap, maka Kami redamkan lidah ini untuk menyatakannya di dalam diam

Mungkin kalian akan datang meminta Kami agar kalian menanti
Padahal Kami mampu mengizinkan permintaan itu
Namun, apakah kalian tidak merasa sakit ketika suatu saat jodoh Kami adalah bukan diri-diri kalian? Bukankah usaha kalian untuk bersama Kami dengan cara menantikan Kami adalah sia-sia?

Atau mungkin saja kalian akan merasa gelisah ketika Kami tidak pernah meminta kalian menunggu Kami
Padahal bisa saja permintaan itu akan kalian indahkan ketika Kami memintanya kepada kalian
Namun kalian mesti ingat, Kami mencintai kalian atas dasar kesucian, maka Kami tidak akan meminta kalian untuk itu hanya karena ingin mempersilahkan laki-laki shaleh lain untuk meminang kalian
Bukankah kesucian yang kami inginkan untuk menikahi kalian? Jika demikian, maka lebih baik kalian menikah kepada laki-laki yang telah siap meminang tanpa harus membuat kalian menunggunya dalam sebuah janji terlebih lagi dalam ketidakpastian.

Atau bisa jadi, kalian bosan karena terlalu lama menunggu Kami untuk menyatakan sebuah ungkapan-ungkapan indah kepada kalian
Padahal, bisa saja Kami menyatakan itu untuk menyenangkan hati kalian
Namun, Diam adalah cara Kami mencintaimu karenaNya, berharap hal itu lebih memelihara kesucian hati Kami dan hatimu setelahnya...

Kami belajar mencintai kalian dalam keimanan
Berharap agar dapat menjaga rasa malu Kami dan memelihara kesucian hati kalian
Ya, inilah cara Kami mencintaimu karenaNya, diam dan tak pernah terucap hingga di ujung lidah yang lunak
Bahkan tidak pernah terlukiskan oleh aktifitas Kami yang dapat dilihat

Berharap menjadi pemalu seperti Rasul, Muhammad
Dan membawa kalian menjadi suci seperti Ibunda Isa, Maryam
Suci, tak pernah tersentuh laki-laki...

Semoga Allah memaafkan Kami ketika khilaf dan salah
Allahuma Amiiin

Minggu, 24 Juli 2011

ikhwan2 yang ga gombal...

Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Sabtu, 11 Juni 2011

Pelangi Ukhuwah Bidadari

Saat aku terjatuh, kamu senantiasa berusaha membuatku bangkit
Saat aku tersenyum, kamu pun tersenyum dengan indah
Saat aku bersedih, kamu senantiasa menghiburku
Dan saat aku melakukan kesalahan, kamu senantiasa menegurku…
Tidak mengenal waktu, tempat, kapan dan dimana
Kamu selalu siap siaga membantuku
Kamu selalu membantuku disaat aku kesulitan
Kamu selalu ada saat aku membutuhkanmu

Saat diri ini futur, dering smsmu di sepertiga malam menjadi obat penentram jiwa..
Saat salah satu hati benar2 membeku, kata ‘Assalamualaikum’ menjadi penyejuk hati, itu katamu..
Saat suatu masalah memuncak, saling diam ternyata membawa muhasabah diri..
Karena saling diam tidak selamanya menunjukkan kebencian..

Dan jika engkau ingin menangis ukhti, menangislah..
Menangis adalah ungkapan jiwa dari hati yg sekarat..
Menangis tidak selamanya bahwa kita cengeng dan lemah
Menangis adalah adalah salah satu terapi mujarab bahwa kita masih punya hati..

Ukhti fillah..
Kutahu diriku dan dirimu tidak lahir dari rahim ibu yang sama
Namun, persaudaraan yang kita jalin, sungguh melebihi dari persaudaraan kandung…
Engkau menjalin persaudaraan denganku bukan karena melihat pintar atau bodohnya aku
Bukan karena melihat cantik dan jeleknya diriku
bukan karena melihat kaya atau miskinnya keluargaku..
Tapi, engkau dan diriku bersaudara hanya karena satu alasan….
Yaa… Fillah..karena Allah…
Dalam jalinan ukhuwah seiman dan seakidah..

Ukhti fillah…
Kuingat diriku yang penuh kekurangan ini..
Saat aku berdiri dihadapanmu dengan segudang masalah yang kuhadapi..
Kutampakkan wajah kusamku di hadapanmu..
Tapi, dirimu begitu sabar menghadapiku…
Wajah masamku tak membuatmu berhenti untuk tersenyum padaku dan mengatakan:
“ukhti, senyum dulu dong…”
Walaupun bibir ini teramat sulit untuk tersenyum di saat itu
Tapi hati ini begitu bahagia..bahagia karena kamu senantiasa menghiburku..

Ukhti fillah…
Jika boleh diri ini meminta…
Aku mohon kepadamu..
Jangan pernah menjauh dariku
Tetaplah bersamaku dalam menghadapi ujian di jalan dakwah
Jangan pernah berhenti menasehatiku jika berbuat kesalahan
Pun janganlah kamu marah jika aku menasehatimu
Semua kita lakukan demi perbaikan diri
Untuk menjadi muslimah yang benar2 kaffah dan tertarbiyah
Dan maafkan diriku jika pernah membuatmu terluka…

Bukankah warna pelangi itu berwarna-warni ya ukhti?
Ukhuwah kita adalah Pelangi
Karakter dan sifat diri kita yg berbeda-beda
Aku miskin dan engkau kaya, engkau cantik dan aku biasa saja
Aku miskin ilmu miskin harta, engkau kaya hikmah dan kata-kata
Dan perbedaan itu menjadi satu
Tapi justru karena warna-warni yg menyatu itu maka pelangi menjadi indah
Itulah ukhuwah kita ukhti, dan aku menyebutnya 'Pelangi Ukhuwah Bidadari'

Ukhti fillah…
Ku ingin berada di mimbar cahaya kelak bersamamu…
Ku ingin meraih syurga dengan dirimu…bertahta diatas berlian..
Karena sungguh..ku mencintaimu karena allah..

Ukhti, Masih ingatkah sabda Rasulullah: " Pada hari kiamat kelak akan ada suatu kaum yg wajahnya bersinar bagai purnama. Dia bertahta diatas mimbar-mimbar bertabur berlian yg gemerlap. Orang2pun iri padanya. Padahal dia bukan Nabi dan bukan pula orang yg mati syahid..".

Seorang sahabat bertanya," siapakah orang itu ya Rasulullah..?"
Rasulullah menjawab," Yaitu orang2 yang sewaktu didunia saling mencintai karena Allah. Mereka terdiri dari beragam suku dan bangsa. Mereka bertemu karenaNYA dan berpisah juga karenaNYA ( HR.Tabrani dan dishahihkan oleh Muslim )

Subhanallah..tidak inginkah kamu seperti itu saudariku?
Aku ingin dan aku pun ingin mengajakmu, bersamamu dalam dekapan ukhuwah..

Barakallahufikum
Wassalam

Sabtu, 21 Mei 2011

Surat Cinta Dari Allah

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara padaKU.. 
Walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.. 

Tapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk... 

Di suatu tempat engkau duduk di sebuah kursi selama 15 menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seseorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.. 

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.. 



Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,


Sa’ad bin Abi Waqqash ra.



Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan menderita kelemahan diatas kelemahan dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu! Kepada-Ku tempat kembali. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 14-15)

Ayat-ayat yang mulia ini mempunyai latar belakang kisah tersendiri dan mengejutkan; menyebabkan satu golongan diantara dua golongan yang bertentangan jatuh terbanting, berhubungan dengan pribadi seorang pemuda lemah lembut. Akhirnya kemenangan berada di pihak yang baik dan beriman. 

Tokoh kisah ini ialah seorang pemuda Makkah, keturunan terhormat, dan dari ibu bapak yang mulia. Nama pemuda itu Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu. 

     Tatkala cahaya kenabian terpancar di kota Makkah, Sa’ad masih muda belia, penuh perasaan belas kasih, banyak bakti kepada ibu bapak, dan sangat mencintai ibunya. Walaupun Sa’ad baru menjelang usia 17 tahun, namun dia telah memiliki kematangan berpikir dan kedewasaan bertindak. Dia tidak tertarik kepada aneka macam permainan yang menjadi kegemaran pemuda-pemuda sebayanya. Bahkan dia mengarahkan perhatiannya untuk bekerja membuat panah, memperbaiki busur, dan berlatih memanah, seolah-olah dia sedang menyiapkan diri untuk suatu pekerjaan besar. Dia juga tidak puas dengan kepercayaan/agama sesat yang dianut bangsanya, serta kerusakan masyarakat, seolah-olah dia sedang menunggu uluran tangan yang kokoh kuat, penuh kasih sayang, untuk merubah keadaan gelap gulita menjadi terang benderang.

Jumat, 20 Mei 2011

Khalid Bin Walid

ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam.

Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin? demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka?bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Senin, 16 Mei 2011

Ketika " Futur" Datang Menggoda, Gunakan "peluntur futur" !

anda merasa shalat anda tak lagi terasa menghapus gelisah?

atau tilawah tak lagi terasa indah?

atau anda mengalami kesulitan melangkah ketika ada panggilan dakwah?


WASPADALAH!!!

mungkin sekarang Anda tengah mengalami gejala futur** yang akut. Bila gejala ini tak segera ditangani, futur dapat menyebabkan hati mudah terserang putus asa,dengki,virus merah jambu, bahkan kekufuran!


jadi harus gimana dong???

oh..jangan khawatir..

di sini kita akan membahas tips2 untuk mengatasi gejala kefuturan


1.Kekuatan ruhiyah / spiritualitas

Kekuatan ruhiyah seseorang layaknya seekor burung yang sedang melintasi hutan. Jika burung itu terbang tinggi, ia bisa melihat dengan jelas hutan yang tengah ia lintasi,namun jika ia terbang rendah ia akan mudah tersangkut dan terhambat oleh ranting-ranting dan dahan pohon. Ketika kekuatan ruhiyah kita tinggi,kita akan lebih jernih dan jelas menatap setiap masalah dan kita tak akan terjebak dan terseok oleh masalah2 yang sebenarnya sepele.

Selain itu burung yang terbang tinggi akan semakin jelas menatap akhir dari perjalanannya sehingga ia tak akan mudah terbelokkan. Begitu juga kekuatan ruhiyah kita,ketika ia tinggi kita akan jelas melihat surga atau neraka di ujung perjalanan hidup kita. Kita akan semangat melakukan kebajikan karena kita merasa surga begitu dekat,selain itu kita jga akan sangat berusaha menghindari maksiat karena kita tahu betul hal itu akan membuat neraka mendekat.

Sabtu, 14 Mei 2011

ZUBAIR BIN AWWAM

Setiap kali nama Thalhah disebut, nama Zubair juga disebut. Dan setiap kali disebut nama Zubair, nama Thalhah pun pasti disebut.

Sewaktu Rasulullah SAW mempersaudarakan para sahabatnya di Makkah sebelum hijrah, beliau mempersaudarakan Thalhah dengan Zubair. Sudah sejak lama Nabi SAW bersabda tentang keduanya secara bersamaan, seperti sabda beliau, “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga.”
Keduanya masih kerabat Rasulullah. Thalhah masih keturunan kakek buyut Rasulullah yang bernama Murrah bin Ka’ab, sedangkan Zubair masih keturunan kakek buyut Rasulullah yang bernama Qusai bin Kilab. Shafiyah, ibu Zaubair, juga bibi Rasulullah.
Thalhah dan Zubair mempunyai banyak kesamaan dalam menjalani roda kehidupan. Masa remaja, kekayaan, kedermawanan, keteguhan dalam beragama dan keberanian mereka hampir sama. Keduanya termasuk orang-orang yang masuk Islam di masa-masa awal, dan termasuk sepuluh orang yang dikabarkan oleh Rasul masuk surga, termasuk enam orang yang diamanahi Khalifah Umar untuk memilih khalifah pengganti. Bahkan, hingga saat kematian keduanya sama persis.

Rabu, 11 Mei 2011

HIDUP BUKANLAH VCD PLAYER


Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di
Surabaya.
Seorang pria membawa pulang truk baru
kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut
sejenak untuk melakukan kegiatan lain.Anak lelakinya yang
berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia
memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk
baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari
menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan
anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah
tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit.
Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk
menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia
tetap gagal.

Kamis, 05 Mei 2011

Noda

Saat saya bepergian dari Jakarta menuju sebuah desa di Lampung di tempat kakek saya tinggal, saya tiba pada pagi hari. Di rumah, kakek menyambut saya dengan hangat. Karena saya tiba pagi hari, kakek pun bertanya, “Sholat subuh di mana tadi?”

“Nggak sholat kek. Gak sempat. Waktunya habis di dalam mobil.” Jawab saya agak malu.

“Lho, kan bisa sholat di mobil.”





“Mmm… malas kek. Ngantuk. Sekali-kali lah.” Saya berharap kakek bisa mengerti. Tapi tetap saja saya tangkap kesan heran di wajah kakek. Mungkin karena beliau tahu saya rajin beribadah, tapi untuk urusan perjalanan, saya dengan ringan meninggalkannya.

Setelah diam sesaat, kakek berkata. “Nanti sore kalau gak capek, kita bisa jalan-jalan ke kebun.”


Minggu, 20 Maret 2011

5 Tipe Karyawan di Kantor Kita


5 Tipe Karyawan di Kantor Kita
K.H. Abdullah Gymnastiar


Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.
(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)
1. Karyawan / Pejabat "Wajib"
Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.
  • Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
  • Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
  • Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya
2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"
Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..
Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.
Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.
3. Karyawan / Pejabat "Mubah"
Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.
Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.
Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.
4. Karyawan / Pejabat "Makruh"
Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.
Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.
Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.
5. Karyawan / Pejabat "Haram"
Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.
Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah "trouble maker".
Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...?
Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang "wajib ada". Semoga!
Notes:
"Janganlah dirimu hanya melihat dari siapa yang menyampaikannya tapi renungkanlah dari setiap isi yang ada di dalamnya, yang insyaAlloh bermanfaat!!! CAYO SEMANGAT!!! Smoga kita menjadi pribadi yang bermanfaat & dibutuhkan serta disukai keberadaannya. Saudaraku,, Tetaplah bekerja untuk Alloh ya.."

Dikutip dari email seorang sahabat

Senin, 31 Januari 2011

saat virus merah jambu menyerang....


Cewek naksir cowok? Wajar nggak sih? Trus, gimana pelampiasannya? Minta dipacarin? Eit…tunggu dulu. Jangan terburu nafsu, Non! Simak abis dulu yang satu ini, baru menentukan tindakan. Setuju?

Kalau cowok naksir cewek, trus ngajak pacaran, itu sih udah jamak bin umum banget. Soalnya kaum Adam emang dianggap berhak duluan menyatakan perasaannya. Cewek naksir cowok, sebetulnya juga udah relatif biasa. Apalagi di jaman pergaulan sekuler kayak sekarang. Tapi, kalau menyatakan perasaan duluan, sampai minta dipacarin, nah, itu masih jadi gontok-gontokan. Ada yang bilang itu sih amit-amit. Tapi, banyak juga kok yang setuju.  

Jangan Rela Dipacari
Jatuh cinta, itu emang fitrah. Karena, berbarengan penciptaan manusia, kita diberi anugerah gharizah nau’ (naluri melestarikan jenis) yang salah satu manifestasinya adalah tertarik ama lawan jenis. Manifestasi lainnya berupa rasa sayang pada ortu, rasa keibuan, kebapakan, dll. So, kalau kamu naksir cowok, itu wajar. Malah aneh kalau kamu naksir sesama jenis.

Nah, ketika tumbuh benih-benih ‘daun waru’ di hatimu, kamu musti teliti. Apakah itu pertanda kamu udah siap menanggung konsekuensinya, yakni married atau belum. Sebab konsekuensi agar kamu bisa deketan ama cowok yang kamu cintai cuma satu, married. Nggak ada itu istilah pacaran. Kenapa? Karena pada faktanya, aktivitas dalam pacaran banyak yang melanggar aturan Islam.

Pertama, dalam pacaran pasti ada aktivitas pandang memandang aurat, atau memandang disertai syahwat antar dua insan. Ini jelas melanggar aturan Allah Swt agar gadhul bashar (lihat QS An-Nur: 30). Kalau pacarannya pake jilbab dan ikhwannya pake koko lengkap plus pecinya, sambil nunduk lagi, gimana? Ah, itu sih akal-akalan kamu aja!

Kedua, kalau kamu pacaran, berarti kamu bakal pergi berdua-duaan alias mojok. bin khalwat. Padahal itu kan melanggar syara’. Nabi bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat dengan wanita yang tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga diantara keduanya adalah setan” (HR Ahmad).

Ketiga, kamu pasti ada pembicaraan yang di luar masalah muamalah alias masalah intim. Misalnya ngerumpiin soal perasaan masing-masing, soal hobi, soal keluarga, dll. Padahal, interaksi laki-perempuan dibatasi syara’ hanya untuk masalah muamalah seperti masalah jual beli, pendidikan, pengurusan umat, dakwah, dll. Yah, kecuali kalau udahkhitbah, boleh tuh ngomongin soal keluarga atau rencana pernikahan.

Keempat, kadang (atau sering?) pacaran itu disertai aktivitas lebih berani seperti pegang-pegangan, raba-rabaan (copet kali!), pijit-pijitan, ciuman atau yang lebih gawat sampai berzina. Istilahnya pacaran itu acapkali melibatkan KNPI (Kissing, Necking, Petting, Intercourse – terjemahannya cari sendiri ya!). Padahal Islam mewanti-wanti agar tidak mendekati zina, apalagi sampai berzina.


Begitulah, naksir cowok bukan berarti melegalkan kamu buat mencari terobosan agar bisa jalan bareng ama cowok itu. Jadi, kalau tuh cowok ternyata juga naksir ama kamu, jangan malah seneng. Syair lagu Saden ‘Oh senangnya, waktu kau tembak aku,