Laman

Selasa, 11 September 2012

Karena Ikatan kita berbeda...


Untukmu..
Disini,
Aku memang tak tahu keberadaanmu,
Tak mengerti akan setiap pesan yang kau sampaikan,
Tapi aku tahu,
Kita masih memeluk erat janji dan mimpi kita.
Aku tahu,
Kau pun rindu dengan alam cinta tempat kita menghunuskan tekad.
Aku tahu,
Kau bukan saja tahu, tapi kau pun pasti ingat tentang alam yang menjadi saksi perjuangan kita dijalan ini, jalan yang tak ada jalan lain yang membawa keselamatan diri kelak..
Aku tahu,
Hatimu pun merindukannya,
Aku yakin,
Kau sedang menyimpan kerinduan yang sangat mendalam.
Hatimu rindu untuk kembali.
Tapi, setiap pilihan itu adalah pilihanmu.
Raihlah mimpi kita dengan caramu.
Sampai kapanpun kita tetap bersaudara,
Sekali bersaudara kita akan tetap bersaudara.
Karena kita telah diikat mati dengan aqidah,
Kita diikat oleh ikatan cinta dalam Islam.
Ikatan kita, istimewa..
Dan ini bukanlah sebuah romantisme semu tak bermakna,
Bukan pula basa-basi retorika yang tak bernyawa,
Tapi ini adalah wacana cintaku untukmu, saudariku..
Karena,
Kini, aku merindumu untuk kembali bersama merajut asa..
Saudariku,
Dimanapun kau saat ini,
Persemaian cinta dan cita kita akan tetap ada,
Jika tak dunia, maka surgalah yang akan mempertemukan kita kembali selama kita masih tetap dijalanNya..

Komitmen kita di jalan ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. 



Depok, 21 Maret 2012
Dalam hangatnya dekapan matahari di siang hari,
Dalam kerinduan yang mendalam,